Tuesday, April 09, 2013

INOVASI DAN DIFUSI

inovasi sendiri adalah suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap atau dirasa baru oleh individu atau kelompok masyarakat (Rogers, 1995). Agar masyarakat mengetahui inovasi harus dikomunikasikan oleh masyarakat, hal tersebut difusi. Difusi adalah proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu di antara para anggota suatu sistem sosial (Rogers, 1995). Dengan kata lain, difusi inovasi adalah suatu proses penyebar serapan ide-ide atau hal-hal yang baru dalam upaya untuk merubah suatu masyarakat yang terjadi secara terus menerus dari suatu tempat ke tempat yang lain, dari suatu kurun waktu ke kurun waktu yang berikut, dari suatu bidang tertentu ke bidang yang lainnya kepada sekelompok anggota dari sistem sosial (13Ma).
 Menurut Rogers, inovasi dapat diterima dari beberapa penerima dan dibagi menjadi lima yaitu :

 1. Innovator
Innovator adalah orang-orang yang berani menuangkan idenya dalam bentuk yang konkret. Biasanya, innovator memiliki gaya hidup yang dinamis dan mempunyai jaringan yang luas. Contohnya adalah Mark Zuckerberg membuat situs facebook. Awal mulanya, Zuckerberg hanya membuat situs tersebut untuk kolega Harvard University dengan nama fashmash.com ketika ia menjadi mahasiswa Harvard University semester dua. Situs tersebut untuk kontak jodoh antar temannya. Tetapi, pihak universitas menghapus situs tersebut. Lalu, pada tahun 2004, Zuckerberg tidak pantang menyerah. Dia membuat lagi situs bernama thefacebook.com. Tahun 2005 bulan Mei, thefacebook.com mendapatkan dana dari Accel Partners USD 200.000. Tahun-tahun selanjutnya, facebook digunakan oleh kalangan luas. (Facebook: Data dan Fakta Sejarah)

2.      2. Pengguna awal (early adopter )

Pengguna awal cenderung mempertimbangkan untuk menggunakan sebuah ide baru. Mereka selalu mencari informasi, apakah menggunakan inovasi tersebut atau tidak. Contohnya adalah ketika munculnya sebuah produk baru yang terlihat asing bagi kita. Sebelum menggunakan atau merasakan produk tersebut, tentunya kita mengumpulkan informasi terlebih dahulu. Jika kita merasa yakin dengan produk tersebut, maka kita akan menggunakannya.

3.      3. Mayoritas awal (early majority)

Mayoritas awal akan berkompromi secara hati-hati sebelum membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi, bahkan bisa dalam kurun waktu yang lama. Orang-orang seperti ini menjalankan fungsi penting untuk menunjukkan kepada seluruh komunitas bahwa sebuah inovasi layak digunakan atau cukup bermanfaat.

4.      4. Mayoritas akhir (late majority)

Mayoritas akhir atau late majoritymengadopsi sebuat inovasi setelah jumlah rata-rata memakai inovasi tersebut, dipicu oleh meningkatnya tekanan jaringan yang ada di sekitar lingkungan. Tekanan teman sebaya sering diperlukan untuk memotivasi kelompok ini. Karena sumber daya mereka lebih langka daripada jenis adopter awal, mereka lebih skeptis dan membutuhkan ketidakpastian lebih untuk menghapus sebelum mereka mengadopsi.

5.      5. Laggard

Intinya lamban di sini adalah orang yang mengacu kepada tradisional. Sering akan mengadopsi suatu inovasi setelah pengadopsi awal telah pindah ke sebuah inovasi baru. Pada dasarnya, mereka curiga terhadap agen inovasi dan perubahan. Seperti pengadopsi mayoritas akhir, mereka memiliki sumber daya kurang dari pengadopsi awal dan menunggu sampai mereka yakin ide baru tidak akan gagal sebelum mereka mengadopsi.

Agar suatu inovasi dapat diterima, diperlukan proses-proses difusi sosial yaitu :
1.      Tahap pengetahuan.

Dalam tahap ini, seseorang belum memiliki informasi mengenai inovasi baru. Untuk itu informasi mengenai inovasi tersebut harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi yang ada, bisa melalui media elekt ronik, media cetak, maupun komunikasi interpersonal diantara masyarakat. Tahapan ini juga dipengaruhi oleh beberapa karakteristik dalam pengambilan keputusan, yaitu: (1) Karakteristik sosial-ekonomi, (2) Nilai-nilai pribadi dan (3) Pola komunikasi.
2.      Tahap persuasi.

Pada tahap ini individu tertarik pada inovasi dan aktif mencari informasi/detail mengenai inovasi. Tahap kedua ini terjadi lebih banyak dalam tingkat pemikiran calon pengguna. Inovasi yang dimaksud berkaitan dengan karakteristik inovasi itu sendiri, seperti: (1) Kelebihan inovasi, (2) Tingkat keserasian, (3) Kompleksitas, ( 4) Dapat dicoba dan (5) Dapat dilihat.

3. Tahap pengambilan keputusan.

Pada tahap ini individu mengambil konsep inovasi dan menimbang keuntungan/kerugian dari menggunakan inovasi dan memutuskan apakah akan mengadopsi atau menolak inovasi.

4. Tahap implementasi.


Pada tahap ini mempekerjakan individu untuk inovasi yang berbeda-beda tergantung pada situasi. Selama tahap ini individu menentukan kegunaan dari inovasi dan dapat mencari informasi lebih lanjut tentang hal itu.

5. Tahap konfirmasi.

Setelah sebuah keputusan dibuat, seseorang kemudian akan mencari pembenaran atas keputusan mereka. Tidak menutup kemungkinan seseorang kemudian mengubah keputusan yang tadinya menolak jadi menerima inovasi setelah melakukan evaluasi.

Inovasi dapat cepat diterima oleh penerima jika dimana memiliki karakteristik inovasi. Rogers membaginya menjadi lima, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, triability dan observability.

  • ·         Relative Advantage (keuntungan relatif) adalah tingkat kelebihan dimana suatu inovasi lebih baik daripada sebelumnya atau tidak, Semakin besar keuntungan relatif yang dirasakan oleh adopter, maka semakin cepat inovasi tersebut diadopsi (13Ma).

·         Compatibility atau kompatibilitas (keserasian) adalah tingkat keserasian dimana suatu inovasi sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku pada di suatu tempat (13Ma). Jika inovasi berlawanan atau tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh adopter maka inovasi baru tersebut tidak dapat diadopsi dengan mudah oleh adopter.
 ·         Complexity atau kompleksitas (kerumitan) adalah tingkat kerumitan dimana adopter dapat beradaptasi menggunakan inovasi tersebut. Semakin mudah suatu inovasi dimengerti dan dipahami oleh adopter, maka semakin cepat inovasi diadopsi (13Ma).
 ·         Triability atau triabilitas (dapat diuji coba) merupakan tingkat apakah suatu inovasi dapat dicoba. Untuk lebih mempercepat proses adopsi, maka suatu inovasi harus mampu menunjukkan keunggulannya (13Ma).
 ·         Observability (dapat diobservasi) adalah tingkat bagaimana hasil penggunaan suatu inovasi dapat dilihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil suatu inovasi, semakin besar kemungkinan inovasi diadopsi oleh orang atau sekelompok orang (13Ma).

No comments:

Post a Comment