Friday, April 19, 2013

MENGELOLA WAKTU ISLAMI

Firman Allah SWT:


“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqan/ 25:62)
Dalam ajaran Islam, disampaikan bahwa ciri-ciri seorang Muslim yang diharapkan adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab sudah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan.
Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada bagian-bagian waktu dalam sehari dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Sholat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Dalam syariat Islam dinyatakan, bahwa malaikat Jibril diutus oleh Allah untuk menetapkan waktu-waktu awal dan akhir pelaksanaan sholat lima waktu, agar menjadi panduan dan system yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami. Di samping itu, juga berfungsi untuk mengukur detik-detik sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Menurut Yusuf Qardhawi, mengapa begitu pentingnya umat Islam, untuk mempelajari manajemen waktu adalah karana hal-hal sebagai berikut::
  1. Ajaran Islam begitu besar perhatiannya terhadap waktu, baik yang diamanatkan dalam Al Qur’an maupun As Sunnah;

  2. Dalam sejarah orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap, bahwa mereka sangat memperhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi;

  3. Kondisi real, kaum Muslimin, belakangan ini justru berbalikan dengan generasi pertama dahulu, yakni cenderung lebih senang membuang-buang waktu, sehingga kita tidak mampu berbuat banyak dalam menyejahterakan dunia sebagaimana mestinya, dan tidak pula berbuat untuk akhirat sebagaimana harusnya, dan yang terjadi adalah sebaliknya, kita meracuni kehidupan dunia dan akhirat sehingga tidak memperoleh kebaikan dari keduanya.
Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari, dan tentunya doa ini akan menjadi semboyan dalam hidup kita:
“… Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan perliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah/ 2:201)
Di samping itu perlu kita sadari, bahwa Allah SWT telah bersumpah dengan menggunakan waktu untuk menegaskan pentingnya waktu dan keagungan nilainya, seperti yang tersurat dan tersirat di dalam Al Qur’an Surah Al- Lail ayat 1-2, Al Fajr ayat 1-2, Adh-Dhuha ayat 1-2, dan Al’Ashr ayat 1-2.
Oleh karena itu, harus kita sadari betapa pentingnya mempelajari manajemen waktu bagi seorang Muslim. Namun sebelum kita mempelajari manajemen waktu, maka perlu kita sadari terlebih dahulu beberapa tabiat waktu agar kita benar-benar dapat memahami esensi dari waktu tersebut, yakni: Cepat berlalu; Tidak Mungkin kembali; Harta termahal. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa waktu adalah modal yang paling unik yang tidak mungkin dapat diganti dan tidak mungkin dapat disimpan tanpa digunakan, serta tidak mungkin mendapatkan waktu yang dibutuhkan meskipun dengan mengeluarkan biaya.
Mengelola waktu berarti menata diri dan merupakan salah satu tanda keunggulan dan kesuksesan. Oleh karena itu, bimbingan untuk mendalami masalah ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita semua, apapun jabatan dan profesi kita serta tidak memandang tinggi rendahnya kedudukan seseorang.
Dengan demikian, marilah kita mulai mempelajari manajemen waktu, sehingga dengan mempunyai bekal pengetahuan tentang waktu, kita dapat terampil mengelolanya dan dengan keinginan yang kuat, maka kita akan dapat menjadikan sebuah kebiasaan dalam pemanfaatan waktu.
Seorang penulis Manajemen Islami, M. Ahmad Abdul Jawwad, dalam sebuah bukunya, memaparkan kaidah-kaidah aplikatif yang dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan mengelola waktu secara bertahap, selangkah demi selangkah hingga pada tingkat mahir dan effektif dalam mengelola waktu dalam 14 (empat belas) langkah. Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Analisalah sikap kita terhadap manajemen waktu dan kenalilah sejauh mana kemampuan kita dalam mengelola waktu!
2. Sadarilah nilai dan urgensi waktu, serta sejauh mana kebutuhan kita pada manjemen waktu!
3. Susunlah skala prioritas dan jangan lupa pada kewajiban waktu!
4. Kenalilah hal-hal yang kita butuhkan dalam mengelola waktu secara efektif!
5. Kenalilah hal-hal yang mengganggu manajemen waktu, lalu hindarilah!
6. Perhatikanlah tokoh-tokoh yang berhasil mengelola waktu!
7. Atasilah hal-hal yang dapat menyia-nyiakan waktu!
8. Luruskan persepsi kita yang keliru mengenai efisiensi waktu!
9. Pelajarilah cara mengadakan pertemuan singkat yang membawa hasil optimal!
10. Pelajarilah cara mendelegasikan secara effektif!
11. Pelajarilah cara mengoptimalkan waktu santai/ senggang!
12. Kajilah contoh-contoh aplikatif tentang manajemen dan optimalisasi waktu!
13. Didiklah anak-anak dan orang-orang di sekitar kita untuk menghargai waktu!
14. Latihlah orang lain tentang cara mengoptimalkan pemanfaatan waktu!
Untuk memulai langka pertama dalam mengelola waktu, maka kita perlu menganalisa terlebih dahulu sikap kita terhadap manajemen waktu, yakni apakah kita selama ini menghabiskan waktu secara bijaksana atau secara sia-sia. Tes berikut akan membantu kita menjawab pertanyaan tersebut, jika setiap pertanyaan kita jawab secara jujur.
NO.
TES WAKTU
1
2
3
4
5
1
Apakah Anda beraktivitas berdasarkan skala prioritas?
2
Apakah Anda melaksanakan kewajiban sepanjang hari?
3
Apakah Anda menangani tugas-tugas sulit dan krusial, tanpa menangguhkan?
4
Apakah Anda menyiapkan rencana harian dan membuat prioritas?
5
Apakah Anda melaksanakan rencana harian pada waktu yang ditentukan?
6
Apakah Anda menggunakan waktu luang secara efisien?
7
Apakah Anda menggunakan waktu luang yang cukup untuk membuat rencana?
8
Apakah Anda membuat rencana kerja pada waktu tenang, bukan saat sibuk?
9
Apakah Anda tahu orang pertama yang Anda ajak bicara mengenai pekerjaan,
sebelum Anda keluar rumah di pagi hari?
10
Apakah Anda mempunyai data 10% lebih dari prediksi Anda?
11
Apakah Anda mengalokasikan waktu cukup untuk membuat prediksi dan
mengembangkan kerja-kerja baru?
12
Apakah Anda membuat evaluasi konkrit untuk mengontrol waktu?
Keterangan: 1=Tidak Pernah; 2=Jarang; 3=Kadang-kadang; 4=Biasanya; 5 = Selalu
Setelah mengisi tes di atas, kemudian jumlahkan keduabelas jawaban masing-masing sesuai dengan angka jawaban yang kita isi sebagai nilai akhir tes. Nilai akhir tes akan mencerminkan bagaimana kita mengelola waktu selama ini.
Jika nilai jawaban kita antara 54-60, berarti kita telah memanfaatkan waktu secara efisien. Jika nilai jawaban kita antara 45-53, berarti kita telah memanfaatkan waktu secara baik, tetapi masih membutuhkan motivasi tambahan untuk meraih yang lebih baik. Jika nilai jawaban kita antara 30-40, berarti kita memiliki beberapa masalah dalam memanfaatkan waktu, meskipun belum termasuk dalam kategori buruk, namun kita harus serius mengelola waktu dengan serius agar menjadi baik.
Namun, jika nilai jawaban kita antara 12-29, berarti kita bergantung pada nasib atau ada faktor-faktor di luar kebiasaan yang membuat kita masih dapat eksis di pekerjaan kita saat ini. Meskipun demikian, kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri secara mengagumkan jika kita mengerahkan semua potensi untuk mengubah gaya hidup yang sedang berjalan dengan menghadapi tantangan nyata dalam mengelola waktu. Kita dapat menghadapi tantangan itu serta akan meraih sukses.
Setelah kita menganalisa sikap terhadap manajemen waktu, kemudian mari kita analisa sejauhmana kemampuan kita mengelola waktu dengan mengisi kuis berikut. Jawablah pertanyaan-pertanyaan pada kuis dengan jujur sebab akan berguna bagi kita dalam merubah sikap dalam mengelolah waktu.
NO.
TES MENGELOLA WAKTU
0
1
2
3
1
Setiap hari saya mengalokasikan sedikit waktu untuk membuat rencana dan
memikirkan kerja.
2
Saya membuat target-target tertentu secara tertulis dan menentukan masa
pencapaiannya.
3
Saya menyiapkan daftar kerja harian secara tertib berdasarkan urgensinya.
Saya melaksanakan yang paling penting secepat mungkin.
4
Saya mengetahui kaedah (80-20) dan menggunakannya dalam bekerja.
(Maksudnya kaedah ini adalah 80% effektivitas Anda tampak pada saat Anda
menyelesaikan 20% target-target Anda)
5
Saya memiliki jadwal terbuka (tidak kaku), sehingga selalu dalam kondisi siap
menghadapi berbagai krisis atau masalah yang tidak terduga.
6
Saya mendelegasikan hal-hal yang memungkinkan untuk dilaksanakan orang lain.
7
Saya berusaha memperhatikan setiap berkas sekali saja (tanpa ada pengulangan)
8
Saya menyedikitkan makan siang, agar tidak terserang kantuk setelah Zuhur.
9
Saya berusaha maksimal, mencegah terjadinya berbagai gangguan, seperti
kunjungan tamu atau pertemuan yang tidak penting, dan ngobrol di telepon, yang
dapat mengganggu keberlangsungan kerja.
10
Saya mampu mengatakan “TIDAK” ketika orang lain meminta waktuku, terutama
apabila hal itu dapat menghalangi penyelesaian tugas-tugas utama.
Penilaian untuk kuis di atas, adalah 0 = Jarang, 1 = Terkadang, 2 = Biasanya, 3 = Selalu. Kalikan jawaban dengan nilai yang ada, kemudian jumlahkan. Selanjutnya kita akan mengtehaui sejauhmana kemampuan kita mengelola waktu, jika nilai kita, yakni:
- 0 – 15. Maka, sebaiknya kita banyak berfikir mengenai manajemen waktu kitra selama ini;
- 15 – 20. Berarti, “Baik”. Akan tetapi, sebaiknya kita meningkat prestasi yang telah kita miliki selama ini;
- 20 – 25. Berarti, “Baik Sekali”;
- 25 – 27. Berarti, “ Sangat Baik”;
- 28 – 30. Berarti, kemungkinan besar kita masih menipu diri sendiri.
Setelah melakukan kedua tes di atas, sebelum kita mempelajari manajemen waktu lebih lanjut, maka kita harus menyadari urgensi dan nilai waktu dengan tulus. Apabila tanpa mengakui secara tulus kebutuhan untuk mengorganisir dan mengelola waktu, maka sama saja dengan menyia-nyiakan waktu. Sebab, apalah manfaat rambu-rambu jalan bagi orang yang tidak memiliki keinginan untuk melintasi jalan tersebut.
Perlu kita fahami bahwa, apabila seorang Muslim mampu mengelola waktu dengan baik, maka akan memperoleh optimalisasi dalam kehidupannya. Namun, apabila tidak mampu, maka seseorang tidak akan mampu mengelola sesuatu apapun karena waktu merupakan modal dasar bagi kehidupan seorang Muslim yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Yunus: 6)
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)

No comments:

Post a Comment