Sunday, November 04, 2018

TIPS KOMUNIKASI EFEKTIF DI KELAS


Awalnya memang sebuah ide kemudian dituangkan dalam bentuk artikel untuk koran dan majalah, ada kepuasan tersendiri ketika artikel tersebut dimuat di salah satu koran atau majalah. Kemudian muncul semangat mecari ide-ide lain , yang terjadi adalah banyak ide membuat artikel bahkan buku. Mulai dari ingin menyusun buku ‘masterpiece’ (menurut saya)  tentang guru dan pendidikan , novel remaja yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya sampai buku kewirausahaan ‘cara membuat kerajinan dari kertas daur ulang’. Banyak sekali ide bermunculan .
Saya percaya  jika anda seorang pengajar anda pun ingin membuat artikel atau buku tetapi kendalanya sangat banyak terutama soal waktu, rutinitas dan kesibukan pekerjaan sangat sulit mendapatkan waktu untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Saat buku ini disusun sebenarnya ada naskah ‘masterpiece’ tentang guru dan pendidikan tentu saja bab per bab serius dengan teori dari berbagai sumber, tetapi begitulah bab satunya beres , bab lain memerlukan literatur lain, terlupakan karena kesibukan sehari-hari, rutinitas pekerjaan. Tertunda lagi. Proses ini sangat lama.
George  adalah seorang penulis abad XX, suatu ketika ada wawancara ibunya dengan seorang yang bukan pengagum penulis ini, pewawancara menanyakan gaya George yang katanya berubah-ubah, strukturnya tidak kuat, dan karakterisasi-karakterisasinya. Dengan enteng tetapi telak ibunya menjawab “oh saya tahu memang banyak orang dapat menulis lebih baik dibandingkan anak saya tetapi George melakukannya”. Ya kata-kata itu “George melakukannya”, dalam dua kata ucapan itu benang merahnya adalah apa yang terjadi pada begitu banyak orang termasuk saya. Mempunyai banyak ide tetapi tidak melakukannya. Memiliki banyak ide dan tidak melakukan tindakan apapun untuk merealisasikan ide tersebut sama saja dengan tidak memiliki ide sama sekali.
Buku Mengenai komunikasi sudah ada, apalagi buku-buku pembelajaran banyak beredar di pasaran, karena belajar itu harus menyenangkan, belajar di kelas itu proses yang sangat menentukan maka kenapa tidak cara  komunikasi efektif ini ditulis saja,  Atas dasar itu  saya harus berani memutuskan untuk membuat ‘fastbook’, kalau makanan ada ‘fastfood’, inilah ‘fastbook’ buku cepat saji untuk anda calon pengajar, pengajar dan siapapun yang tertarik dengan pendidikan, mudah-mudahan ‘fastbook’ ini besar manfaatnya dan tidak kehilangan esensi nya.
Adalah google.com yang membuat buku ini bisa hadir di tangan anda, boleh jadi buku ini adalah semacam ‘kliping’ dari artikel-artikel yang jumlahnya berjuta-juta ketika saya mencari sumber tulisan materi yang saya tulis. Demikianlah Buku ini jauh dari sempurna dan sangat mungkin jika anda yang menuliskan buku seperti ini akan lebih baik, tetapi sekali lagi saya melakukannya. Mudah-mudahan andapun akan mulai melakukannya menuliskan ide-ide anda ke dalam sebuah artikel atau buku. Tujuannya tentu saja agar  dunia pendidikan dan  masyarakat kita banyak mendapatkan inspirasi ke arah yang lebih baik. Saya menunggu kritik yang membangun dari anda di bagus73@gmail.com. Seperti tulisan di rumah makan,  Kalau anda puas beri tahu yang lain kalau anda tidak puas beritahu kami. Selamat membaca.
Meski berada di jalur yang benar anda akan terlindas kalau hanya duduk terus disana –will rogers
Saya guru, dan seringkali mendengar keluhan siswa-siswa saya di kelas tentang ‘guru galak’, ‘guru yang menggunakan kata-kata kasar’ atau kata kata yang tidak pantas diucapkan, Kata-kata itu membekas di anak didik kita menjadi luka, membuat rendah diri, membuat frustasi anak didik kita bahkan tidak sedikit yang merasa di ‘bully’ , Hal lain  kata-kata itu mampu menginspirasi mereka untuk menjadi apa saja yang mereka inginkan.
 Anda tidak harus membaca bab per bab buku ini, anda bisa membaca dari bab mana saja karena setiap bab mempunyai subtansinya masing-masing. Dengan membaca buku ini diharapkan keterampilan komunikasi kita sebagai pendidik menjadi lebih baik lagi, bagaimanapun pendidik adalah ujungtombak di sekolah yang membentuk karakter siswa, dan salahsatu yang sangat dominan mempengaruhi karakter siswa adalah komunikasi di kelas, komunikasi dalam proses pembelajaran. Dengan membaca buku ini mudah-mudahan tidak ada lagi kata-kata negatif di dalam kelas, tidak ada lagi siswa yang menjadi rendah diri karena dibuat malu dihadapan teman-temannya oleh guru yang belum mengerti bagaimana berkomunikasi dengan siswa di kelas.
Dengan membaca buku ini mudah-mudahan kita semua lebih berhati-hati ketika berkomunikasi dan yang paling penting tidak menyakiti orang lain dalam berkomunikasi. Selamat Membaca.

Friday, November 11, 2016

Hal-hal Efektif bagi Pengajar



Jika terdapat resep efektivitas pengajar, bahan-bahan utamanya adalah hal-hal berikut:
1.      Kualitas dari pengetahuan mengenai ilmu yang dipelajari
2.      Pemahaman mengenai praktik terbaik dari materi yang dipelajari
3.      Passion dalam pekerjaan bersama anak-anak/ siswa
4.      Kemampuan komunikasi efektif
Buku saku ini membahas mengenai empat bahan tersebut, yaitu mengani tips dan strategi untuk membantu anda meningkatkan kata-kata dan bahasa tubuh yang anda gunakan. Terdapat juga bagian/ tahapan untuk membantu anda berkomunikasi dengan lebih efektif terkait proses belajar, mengingat dan mendukung pengelolaan kelas secara umum.
Pada tiga halaman selanjutnya, akan diperkenalkan teori-teori dan pemikiran-pemikiran  mengenai komunikasi. Penting untuk memahami hal-hal tersebut sebelum kita mengeksplor empat kunci utama dari komunikasi efektif di halaman selanjutnya dan selanjutnya hingga akhir dari buku saku ini akan membahas menganai strategi spesifik yang dapat anda gunakan dan praktikan sebagai seorang pengajar.

Lingkup Komunikasi

Terlalu mudah untuk dapat melihat gaya komunikasi yang sebenarnya hanya anda gunakan ketika anda berkomunikasi dengan diri anda sendiri. Komunikasi adalah sebuah proses dua arah. Terdapat feedback yang konstan diantara pihak yang terlibat.Untuk alasan ini, komunikasi yang efektif mengenal bahwa makna dari komunikasi yang dilakukan adalah respon yang didapatkan.
Untuk dapat menjadi komunikator yang efektif, anda perlu untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses komunikasi.
·         Perhatikan cara berkomunikasi anda diterima ( perhatikan detail: ekspresi, perubahan kulit, perubahan mata, nada suara, dan lain-lain
·         Coba rasakan apa yang orang lain rasakan (Put yourself in the other person’s shoes)
·         Bersiaplah untuk dapat menyesuaikan cara anda mengatakan sesuatu dan memerhatikan bahasa tubuh anda ketika anda berkomunikasi. Jika apa yang anda lakukan tidak mendatangkan apa yang anda inginkan, lakukan hal yang berbeda!

Interpersonal, Intrapersonal

Pengajar-pengajar yang baik membutuhkan kemampuan interpersonal (kemampuan untuk bekerja dengan orang lain) dan kemampuan intrapersonal (kemampuan untuk mengontrol diri sendiri dan emosi anda)
Neurocience akhir-akhir ini menyatakan bahwa otak dapat berkembang dalam merespon lingkungan dimana mereka berada (proses yang dinamakan plasticity). Kemampuan komunikasi adalah bagian dari lingkunagn yang siswa anda pelajari sebagai kelas dan sumber daya yang anda manfaakan.
·         Anda perlu untuk fokus pada cara anda berkomunikasi seperti anda fokus pada apa yang anda komunikasikan
·         Suasana emosional yang anda jaga pada saat anda mengajar di kelas mempengaruhi siswa-siswa sebagaimana kualitas dari rencara pembelajaran yang anda miliki.

Otomatisasi dan Kesadaran

            Baru-baru ini, keilmuan Neouroscience dan Psikologi secara konsisten menunjukkan bahwa kebanyakan yang kita lakukan disebabkan oleh perhatian diluar alam sadar, tanpa kesadaran.
            Pikirkan mengenai hal ini. Apakah anda mengingat ketika anda membuka halaman terakhir?Kapan anda memutuskan untuk melakukan hal tersebut dan bagaimana anda melakukannya? Proses melakukan hal yang biasa dilakukan dengan cepat dan tanpa sadar diketahui sebagai perilaku Otomatis. Kesadaran umumnya terjadi dengan lambat, dengan proses yang terkontrol.
            Membangun kesadaran dan perhatian secara sadar menjadi penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif karena memberi anda kemampuan untuk mengelola dengan lebih baik apa yang anda katakan dan lakukan di dalam kelas.
1.      Pastikan kejelasan dan fokus perhatian
2.      Ciptakan keragaman dan kesempatan-kesempatan dengan sadar sebanyak mungkin
3.      Sampaikan dengan jelas hal-hal, rutinitas, dan proses yan anda ingin lihat di dalam kelas
4.      Gunakan strategi untuk dapat meningkatkan kesadaran dan meningkatkan ingatan  ketika belajar ( hal lainnya akan dijelaskan lebih lanjut dalam buku ini.

Saturday, March 01, 2014

untuk istriku


pada suatu hari nanti impiankupun tak dikenal lagi
namun disela-sela luruhnya sajak ini
tak kan lelah ku mencintaimu

Thursday, February 13, 2014

Thursday, January 02, 2014

MEMAAFKAN PERASAAN

Kalau kita mendengar kata “memaafkan”, yang terlintas di benak kita adalah ada pihak lain yang harus kita maafkan. Padahal, yang kita maafkan adalah diri kita sendiri 
Mekanismenya adalah, kita menerima dan mengakui bahwa seseorang telah menyakiti kita, dan kemudian kita menerima dan kemudian kita menerima dan mengakui perasaan kita ketika disakiti orang tersebut. Itulah arti sesungguhnya dari memaafkan ujar
Memaafkan adalah kejujuran. Jujur untuk mengakui bahwa kita merasa marah, benci, atau dendam, dan kemudian kita memaafkan perasaan-perasaan tersebut. Jadi, sebenarnya kita berurusan dengan hati kita sendiri, bukan dengan orang lain. Maka, kita harus memaafkan perasaan kita sendiri yang telah merasakan marah, benci, atau kecewa setelah disakiti orang lain.
Itulah sebabnya mengapa Nabi Muhammad SAW bersabda, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Jadi, yang seharusnya kita taklukkan adalah diri kita, perasaan kita sendiri, bukan orang lain.
Untuk menaklukkan alias memaafkan perasaan kita, maka yang harus dilakukan adalah menerima saja perasaan itu. Perasaan atau emosi adalah energi yang bergerak (e-motion : energy in motion). Energi bersifat mengalir, karena itu tidak bisa ditahan. Kalau ditahan, maka dia akan memupuk dan suatu saat akan memaksa keluar dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Karena itu, energi atau emosi ini harus diterima dengan sadar, ikhlas dan tanpa penolakan.
Hanya dengan menyadari dan mengizinkan emosi tersebut  hadir di dalam diri, energi ini akan menjadi netral dan kembali menjadi bagian dari diri kita. Rasa tak nyaman yang menyertainya pun akan lenyap.
Lebih dari itu, pertengkaran dan peperangan itu toh ujung-ujungnya mencari jalan untuk damai. Jadi,  kenapa tidak berdamai saja dari awal??… (RBS)http://quantumikhlas.com/?p=808