Tuesday, June 18, 2013

CARA MENJADI ORANG SUKSES DAN KAYA DI USIA MUDA

Semua orang pasti ingin menjadi sukses, sukses dalam pendidikan, sukses dalam perekonomiannya, dan suskses dalam segala hal. Dan anda juga pasti ingin menjadi kaya, baik kaya harat dan kaya hati. Sebenarnya jika anda ingin menjadi sukses itu gampang dan mudah dilakukan (tentu dengan usaha yang keras dan terus belajar) dan tidak membutuhkan pangkat dimasa mudanya. Tetapi kebanyakan orang berfikir jika kita ingin sukses, kita harus berpangkat tinggi terlebih dahulu (anak raja / anak presiden). Sebenarnya tanggapan seperti itu
salah... Tanggapan seperti itu akan membuat kita pasrah tidak berbuat apa-apa dan hanya terpuruk dalam pusaran takdir. Yang lebih parahnya lagi, tanggapan seperti itu akan membuat kita patah semangat. Jika anda dari Indonesia, apakah anda mengenal Bong Chandra, Ippho Santosa, atau M. Shojirin. Mereka adalah tokoh-tokoh orang sukses yang tidak mempunyai pangkat dimasa mudanya. Mereka semua adalah tokoh-tokoh yang dulunya hidup disegerombongan orang- orang miskin dan rata-rata keluarga mereka serba kekurangan. Lalu bagaimanakah mereka bisa menjadi sukses???. Mereka tidak ikutan kuis-kuis "reg reg" seperti di TV. Mereka melakukannya dengan kerja keras dan terus belajar. Baik belajar materi ataupun belajar dari pengalaman. Sekali lagi, bagaimana mereka bisa menjadi orang sukses hingga sampai terkenal??? berikut 10 cara terampuh  mereka untuk menjadi orang sukses dan kaya.

1. Berdagang

Hanya sebagian orang saja didunia ini yang mengetahui bahwa berdagang bisa menjadikan kita sukses. Padahal berdagang ini sudah menjadi tradisi kesuksesan manusia sejak zaman nabi Muhammad SAW dan orang - orang china zaman dahulu. Mereka adalah orang - orang sukses lewat jalur berdagang. Ingat yang saya bicarakan adalah berdagang bukan bergadang.. hehe...,. Kenapa mereka sukses dalam jalur berdagang??. Yang jelas mereka tidak pakai dukun-dukunnan hehe....,. Mereka berdagang secara jujur, ramah, dan yang pastinya, selalu berdoa kepada yang maha kuasa. seperti halnya nabi Muhammad SAW, ia tidak pernah membohongi pembeli dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Ia berdagang secara jujur dan tidak pernah menaikan harga barangnya, dia hanya berkata

Muhammad : harga asli sayur ini dari khadijah seharga 10000 rupiah per ikat (dianggap dalam rupiah), silahkan anda ingin memberi saya ongkos berapa??

begitulah cara nabi Muhammad SAW berdagang, ia tidak pernah menaikkan harga barang nya sekalipun. Berbeda dengan pedagang Indonesia, mereka menaikaan harganya terlalu tinggi (mungkin karena pembelinya yang suka menawar sampai setengah herga kali ya...). Tapi cobalah anda meniru cara berdagang nabi Muhammad, insyaallah anda akan mendapatkan rizki yang banyak layaknya Muhammad SAW

2. Kerja keras / Usaha

Jika anda ingin sukses, pastilah anda harus bekerja keras. Dan hal ini harus sering dilakukan setiap hari, agar hasil yang kita dapat itu maksimal. Seperti halnya presiden pertama kita SOEKARNO.. Beliau bisa menjadi presiden dan memerdekakan Indonesia juga dengan kerja keras, bukan menunggu alien datang membasmi Belanda.....he he...

3. DOA

Disini Doa merupakan salah satu hal yang paling berpengaruh untuk mencapai kesuksesan. Jika anda tidak pernah berdoa dalam melakukan segala hal, Allah pasti menyebut diri anda adalah sombong, egois, dan pelit. Dan Allah juga tidak akan memberikan rizki sepenuhnya kepada anda (hanya setengahnya). Kerja keras dan Doa merupakan suatu kesatuan yang tidak boleh goyang (harus berimbang), karena masing-masing nilai Kerja keras dan Doa itu hanya 1/2. Jika anda hanya bekerja kersa tetapi tidak pernah berdoa, anda akan mendapat 1/2 dari rezeki yang anda dapat. Oleh karena itu, selain berdoa langsung kepada Allah, montalah restu pasanganmu dan keluargamu (terutama orangtua) untuk mendoakan kesuksesan anda.

4. LOA

Saya yakin, kebanyakan dari anda sudah mendengar tentang LOA / hukum tarik-menarik (terutama penggemar Ippho Santosa). LOA adalah hukum tarik menarik (Law of Attraction). Supaya lebih mudah, kita sebut saja LOA. Intinya begini : Apa yang anda pikirkan, itulah yang semesta berikan. Boleh juga dibilang : Pikiran andalah yang menarik segala sesuatu. Though Become Things. Tentunya dengan izin yang maha kuasa. Dan tahukah anda, LOA itu terkait dengan DOA dan Kerja keras??? contohnya adik saya (Muhammad Azka Naufal, 2 tahun). Mata kanannya terkena beling dan katanya divonis buta karena retinanya robek. Tapi saya tetap berharap dia bisa melihat dan terus berkhayal kalau dia bisa melihat (tentunya dengan DOA dan Kerja keras untuk mencarikan obat aneh yang bisa mengobati mata yang divonis buta menjadi normal). Akhirnya pengorbanan keluarga kami pun tak sia-sia, mata adik saya yang kanan bisa melihat lagi walaupun hanya sedikit (tidak bisa jarak jauh). Dan sampai sekarang pun saya masih berharap dengan kesembuhan total mata kanan Azka. Dengarkan saya, gabungkan adab DOA, LOA, dan Kerja keras agar membuat impian anda semakin terwujud dalam waktu yang jauh lebih cepat.

5. Berfikir positive

Seperti halnya cerita tentang adik saya diatas. Dalam hal itu, saya tidak pernah percaya teori retina orang robek akan menyebabkan kebutaan yang tidak bisa diobati. Karena saya yakin dan terus berfikir positive, didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Seperti halnya sungai dalam laut, danau dalam laut, dan hutan dalam laut yang masih ada sampai sekarang. Semua itu adalah kuasa Allah SWT yang aneh tapi nyata...

6. Sedekah

Banyak orang yang lambat kaya dan suksesnya karena tidak besedekah. Maka dari itu, saya menyarankan anda semua untuk memperbanyak bersedekah. Jangan salah, sedekah itu membawa kesuksesan dan kekayaan lebih cepat. Keuntungan bersedekah yaitu : Mempercepat kesuksesan dan kekayaan, Disenangi banyak orang, Lebih dulu masuk surga. Ada sebuah cerita, dimana saat akhirat nanti, tepatnya didepan pintu surga, ada 3 orang yang masing-masing berprofesi sebagai Dokter, Guru, dan Pengusaha yang mempertanyakan siapa yang akan masuk surga terlebih dahulu

Guru : Pasti saya yang akan masuk surga duluan, karena saya telah membirikan ilmu yang banyak kepada murid-murid saya

Dokter : Anda salah, sudah jelas saya yang akan masuk surga duluan, karena saya telah membantu menyembuhkan banyak orang

Pengusaha : Kalian salah. Sayalah yang akan masuk surga duluan, karena sayalah yang telah membiayai pembangunan rumah sakit dan sekolah kalian...

akhirnya sang Guru dan Dokter berbaris dibelakang  seorang Pengusaha.

jelas cerita tadi 100% bohongan. Tapi, cobalah anda ambil hikmahnya dan lakukan apa yang tadi pengusaha lakukan.

7. Jangan mengeluh

profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

8. Berani mengambil resiko

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

9. Senang mempelajari hal-hal baru

Bong Chandra adalah orang sukses di bidangnya yaitu memotivasi orang. Tapi, saat dia mendirikan salon mobil, apakah dia beralih profesi. Apakah dia berhenti sebagai Motivator. Jelas tidak, dia tetap seorang motivator, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal-hal baru merupakan sebuah sikap kesuksesan.

10. Berteman dengan banyak orang (terutama yang kaya), selalu bekerja sama, dan membina hubungan baik

Berteman dengan orang-orang kaya juga merupakan cara menjadi orang sukses dan kaya. Karena saya percaya jika kita mempunyai teman yang sukses dan kaya, kita akan ketiban kaya juga. Lalu bekerja sama dan membina hubungan baik. Apalagi kerja sama didalam sebuah tim / kelompok. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses dan kaya itu semakin lebar.

Monday, May 20, 2013

Konsep Diri Positif dan Konsep Diri Negatif

Konsep diri merupakan faktor penting didalam berinteraksi. Hal ini disebabkan oleh setiap individu dalam bertingkah laku sedapat mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Kemampuan manusia bila dibandingkan dengan mahluk lain adalah lebih mampu menyadari siapa dirinya, mengobservasi diri dalam setiap tindakan serta mampu mengevaluasi setiap tindakan sehingga mengerti dan memahami tingkah laku yang dapat diterima oleh lingkungan.
Dengan demikian manusia memiliki kecenderungan untuk menetapkan nilai-nilai pada saat mempersepsi sesuatu. Setiap individu dapat saja menyadari keadaannya atau identitas yang dimilikinya akan tetapi yang lebih penting adalah menyadari seberapa baik atau buruk keadaan yang dimiliki serta bagaimana harus bersikap terhadap keadaan tersebut. Tingkah laku individu sangat bergantung pada kualitas konsep dirinya yaitu konsep diri positif atau konsep diri negatif.
Menurut Brooks dan Emmart (1976), orang yang memiliki konsep diri positif menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
  • Merasa mampu mengatasi masalah. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif untuk mengatasi persoalan-persoalan obyektif yang dihadapi.
  • Merasa setara dengan orang lain. Pemahaman bahwa manusia dilahirkan tidak dengan membawa pengetahuan dan kekayaan. Pengetahuan dan kekayaan didapatkan dari proses belajar dan bekerja sepanjang hidup. Pemahaman tersebut menyebabkan individu tidak merasa lebih atau kurang terhadap orang lain.
  • Menerima pujian tanpa rasa malu. Pemahaman terhadap pujian, atau penghargaan layak diberikan terhadap individu berdasarkan dari hasil apa yang telah dikerjakan sebelumnya.
  • Merasa mampu memperbaiki diri. Kemampuan untuk melakukan proses refleksi diri untuk memperbaiki perilaku yang dianggap kurang.
Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
  • Peka terhadap kritik. Kurangnya kemampuan untuk menerima kritik dari orang lain sebagai proses refleksi diri.
  • Bersikap responsif terhadap pujian. Bersikap yang berlebihan terhadap tindakan yang telah dilakukan, sehingga merasa segala tindakannya perlu mendapat penghargaan.
  • Cenderung merasa tidak disukai orang lain. Perasaan subyektif bahwa setiap orang lain disekitarnya memandang dirinya dengan negatif.
  • Mempunyai sikap hiperkritik. Suka melakukan kritik negatif secara berlebihan terhadap orang lain.
  • Mengalami hambatan dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Merasa kurang mampu dalam berinteraksi dengan orang-orang lain.
Sumber: Brooks, W.D., Emmert, P. Interpersonal Community. Iowa. Brow Company Publisher. 1976.

Friday, April 19, 2013

CARA BELAJAR EFEKTIF

Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Cara belajar efektif paling mudah sangat diperlukan, agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal. Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang dalam proses belajar secara keseluruhan, metode belajar yang tepat sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih prestasi terbaik yang didambakan. Jadi, mulai sekarang, berusahalah untuk menerapkan belajar efektif dalam keseharian anda.
 Sebenarnya cara belajar efektif mudah diterapkan, asal mau fokus dan ada niat yang serius.

Cara belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius. Memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. Buat apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan semau gue. Keberhasilan seseorang di masa mendatang, terletak pada bagaimana dia menjalankan usahanya pada masa sekarang. Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab yang besar dan wajib tahu tentang cara belajar efektif. 

Cara Belajar Efektif dan Mudah

Dan berikut ini adalah enam langkah yang anda wajib tahu bagaimana cara belajar efektif yang paling mudah dan bisa anda lakukan dari sekarang, sebelum anda menyesal untuk selamanya. Karena selain anda, mungkin juga pesaing anda yang juga membaca ini sudah mulai start dari sekarang.

Berikut ini adalah cara belajar efektif dan mudah paling tepat yang dapat anda terapkan :

1. Rangkumlah materi inti sehingga menjadi sebuah ringkasan
Pada cara belajar efektif pertama dalam semua materi pelajaran, pasti ada materi pokok. Nah, incarlah ini dan ringkaslah sehingga memudahkan anda dalam memahami setiap detail pelajaran. Dengan begitu, anda mampu memagang kuat apa yang sebenarnya harus dikuasai.

2. Aktiflah 
Jangan menunggu bapak atau ibu guru atau dosen mengajukan sebuah pertanyaan kepada anda. Mulai sekarang, mulailah bertindak aktif ketika sedang dalam proses cara belajar efektif mengajar di kelas. Jangan pasif. Dengan begitu, hal-hal yang sekiranya benar-benar belum anda fahami mempunyai peluang lebih besar untuk langsung dijelaskan solusinya oleh para pengajar anda.

3. Belajar kelompok
Nah, cara belajar efektif yang satu ini juga banyak memberikan manfaat yang sangat besar bagi anda. Dengan menerapkan belajar bersama atau kelompok, nantinya akan bisa saling sharing dengan teman-teman yang lain mengenai pokok-pokok materi pelajaran yang mungkin sulit dipecahkan atau difahami.

4. Mengembangkan materi pelajaran 
Bagi sebagian besar pelajar, hal ini masih sangat jarang dilakukan atau diterapkan. Padahal jika cara belajar efektif ini dilakukan dengan baik, dampaknya akan sangat terlihat. Carilah segala hal / pertanyaan yang belum ada dalam soal-soal latihan, dan nantinya bisa anda tanyakan langsung kepada para bapak/ibu guru yang mengajar pelajaran itu. Mulai sekarang, kembangkanlah materi sebanyak mungkin agar bisa lebih mendalami materi pelajaran.

5. Kedisiplinan
Nah, cara belajar efktif ini merupakan salah satu kunci berhasil atau tidaknya segala sesuatu. Tanpa adanya sebuah kedisiplinan, sepertinya mustahil untuk mencapai hasil yang maksimal. Aturlah belajar anda dan jalankanlah apa yang sudah anda rencanakan dengan disiplin tinggi.

6.Referensi
Untuk mendapatkan referensi pendukung, pada jaman sekarang tidaklah sulit. Perpusatakaan sekolah / kampus sudah tersedia dengan sangat lengkap. Kalau memang anda belum bisa menemukan referensi yang anda inginkan, anda masih bisa menjelajah internet dengan sangat leluasa. Hampir segala sesuatu tersedia di dunia maya. Gunakanlah teknologi internet ini untuk mendukung belajar anda.

Nah, mungkin itulah beberapa cara belajar efektif paling mudah yang dapat info-asik.com hadirkan pada sub judul pertama kali ini. Semoga saja apa yang sudah kami berikan ini bisa memberikan manfaat kepada anda dan anda bisa langsung mempraktekannya sesegera mungkin.

Cara Belajar Efektif yang Tidak Membosankan

Setelah tadi diatas kita sudah menjelaskan bagaimana cara belajar efektif yang dirangkum secara umum, kali ini kita membahas tentang bagaimana cara belajar efektif yang menyenangkan ataupun tidak bikin bosan ketika anda sedang belajar. Bagaimanakah caranya? simak yuk tips berikut yang kami sarikan dari google.
Belajar, itulah kata yang setiap hari pelajar lakukan, baik SD, SMP maupun SMA. Mereka melakukan hal itu untuk membuat mereka pintar dan dapat membanggakan orangtua.Tetapi, kadang-kadang belajar membuat kita bosan sehingga kita tidak berniat untuk belajar. Nah, kami ada beberapa tips untuk membuat belajar yang sehari-hari kita lakukan tidak membosankan bisa menyenangkan :

1. Selingi dengan istirahat
Jika merasa mulai jenuh atau bosan belajar terus menerus, ada baiknya diselingi dengan istirahat. Misalkan setiap belajar 1 jam, istirahatnya sekitar 10 menit. Kita bisa melakukannya sambil keluar dulu dari dalam ruang belajar, ambil minum atau makan makanan kecil, tapi jangan lupa untuk balik lagi buat belajar.

2. Atur Ruang Belajar
Kenyamanan ruang belajar juga bisa membuat suasana belajar kita menjadi enak. Jangan sampai ruangan tersebut berantakan, rapikan dulu barang-barang yang acak-acakan tersebut, jika sudah rapi akan keliatan lebih luas dan segar. Ini juga merupakan bentuk cara belajar efektif yang mempunyai faktor besar. 

3. Dengarkan Musik
Ada yang bilang kalo cara belajar efektif sambil dengerin musik bisa ngebantu kita agar berpikir jernih. Hmm.. boleh dicoba tuh, tapi jangan sampai musik yang diputar adalah jenis musik hingar bingar, malahan tidak bisa konsentrasi nantinya. Carilah musik yang lembut, dan kalo bisa musik instrumental (tapi hati-hati, jangan sampai ketiduran lho).

4. Belajar dengan Praktik
Cara belajar efektif yang tidak membosankan keempat adalah jika belajar hanya dengan membaca (teori) saja, bisa menyebabkan jenuh, cobain deh untuk melakukannya (praktik). Misalnya pelajaran IPA, kita bisa belajar sambil mengamati tumbuh-tumbuhan, hewan atau apapun, dengan demikian kita bisa membuat sebuah acara belajar jadi mengasyikan, sekalian membuktikan kebenaran teori tersebut.

5. Belajar dengan Rutin
Dengan belajar dengan rutin, kita bisa mengingat pelajaran yang dahulu pernah diajarkan oleh guru maupun belum pernah diajarkan.

6. Jadilah seorang Detektif
Detektif? ini kan belajar bukannya mecahin kasus kejahatan? maksudnya adalah, di dalam belajar, anggaplah pelajaran itu sebagai teka-teki yang harus dipecahkan, atau kasus yang sangat sulit untuk diselesaikan. Kayak detektif Conan gitu, kalo kita berhasil mecahin kasus tersebut, berarti kita adalah detektif yang hebat.

7. Ubah Metode Belajar
Jangan belajar dengan cara yang sama dengan terus menerus. mungkin anda tidak cocok dengan teknik belajar seperti itu, setahu kami ada 3 jenis metode cara belajar efektif yang bisa anda pahami ini.
  • Metode Membaca : sebagian besar orang mengunakan metode belajar ini, orang yang cocok mengunakan tidak mengalami kesulitan yang berarti.
  • Metode Mendengarkan : Orang tipe ini akan lebih mudah 
  • Metode 
8. Ciptakan suasana yang kondusif
Dalam cara belajar efektif, anda harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang anda pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, anda harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.

9. Sering tapi jangan lama
Belajar jangan terlalu lama, namung per sering anda belajar, seperti pagi 45 menit, siang 15 menit, sore 30menit, malam 1 jam, insya allah cara belajar efektif ini bisa berjalan baik.

10. Mengerti bukan Menghafal
Kalau anda menghafal sesuatu belum tentu anda mengerti. Saat Anda mengerti topik yang dipelajari, secara otomatis anda akan paham. Pemahaman ini yang akan membantu anda menganalisa jawaban. Jadi, biar soalnya diputar-putar, Anda pasti bisa jawab. Memang sih, beberapa mata pelajaran memang butuh hafalan. Misalnya saja tanggal bersejarah atau nama-nama tokoh. Kuncinya, baca berulang-ulang, tanpa anda sadari hafalan itu bakal melekat di ingatan dengan sendirinya.

Sesungguhnya cara belajar efektif yang paling mudah adalah belajar yang timbul dari dalam hati, bukan karena terpaksa. artikel ini terinspirasi dari berbagai sumber dan diri kami sendiri, Ada kalanya kita saat belajar pelajaran yang kita baca sejak tadi tidak ada yang masuk sama sekali.. Bukankah percuma jika kita belajar dengan waktu lama namun tidak ada hal yang terekam oleh otak. Semoga membantu untuk aktifitas belajar

MENGELOLA WAKTU ISLAMI

Firman Allah SWT:


“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS. Al-Furqan/ 25:62)
Dalam ajaran Islam, disampaikan bahwa ciri-ciri seorang Muslim yang diharapkan adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab sudah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan.
Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada bagian-bagian waktu dalam sehari dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Sholat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Dalam syariat Islam dinyatakan, bahwa malaikat Jibril diutus oleh Allah untuk menetapkan waktu-waktu awal dan akhir pelaksanaan sholat lima waktu, agar menjadi panduan dan system yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami. Di samping itu, juga berfungsi untuk mengukur detik-detik sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Menurut Yusuf Qardhawi, mengapa begitu pentingnya umat Islam, untuk mempelajari manajemen waktu adalah karana hal-hal sebagai berikut::
  1. Ajaran Islam begitu besar perhatiannya terhadap waktu, baik yang diamanatkan dalam Al Qur’an maupun As Sunnah;

  2. Dalam sejarah orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap, bahwa mereka sangat memperhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi;

  3. Kondisi real, kaum Muslimin, belakangan ini justru berbalikan dengan generasi pertama dahulu, yakni cenderung lebih senang membuang-buang waktu, sehingga kita tidak mampu berbuat banyak dalam menyejahterakan dunia sebagaimana mestinya, dan tidak pula berbuat untuk akhirat sebagaimana harusnya, dan yang terjadi adalah sebaliknya, kita meracuni kehidupan dunia dan akhirat sehingga tidak memperoleh kebaikan dari keduanya.
Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari, dan tentunya doa ini akan menjadi semboyan dalam hidup kita:
“… Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan perliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah/ 2:201)
Di samping itu perlu kita sadari, bahwa Allah SWT telah bersumpah dengan menggunakan waktu untuk menegaskan pentingnya waktu dan keagungan nilainya, seperti yang tersurat dan tersirat di dalam Al Qur’an Surah Al- Lail ayat 1-2, Al Fajr ayat 1-2, Adh-Dhuha ayat 1-2, dan Al’Ashr ayat 1-2.
Oleh karena itu, harus kita sadari betapa pentingnya mempelajari manajemen waktu bagi seorang Muslim. Namun sebelum kita mempelajari manajemen waktu, maka perlu kita sadari terlebih dahulu beberapa tabiat waktu agar kita benar-benar dapat memahami esensi dari waktu tersebut, yakni: Cepat berlalu; Tidak Mungkin kembali; Harta termahal. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa waktu adalah modal yang paling unik yang tidak mungkin dapat diganti dan tidak mungkin dapat disimpan tanpa digunakan, serta tidak mungkin mendapatkan waktu yang dibutuhkan meskipun dengan mengeluarkan biaya.
Mengelola waktu berarti menata diri dan merupakan salah satu tanda keunggulan dan kesuksesan. Oleh karena itu, bimbingan untuk mendalami masalah ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita semua, apapun jabatan dan profesi kita serta tidak memandang tinggi rendahnya kedudukan seseorang.
Dengan demikian, marilah kita mulai mempelajari manajemen waktu, sehingga dengan mempunyai bekal pengetahuan tentang waktu, kita dapat terampil mengelolanya dan dengan keinginan yang kuat, maka kita akan dapat menjadikan sebuah kebiasaan dalam pemanfaatan waktu.
Seorang penulis Manajemen Islami, M. Ahmad Abdul Jawwad, dalam sebuah bukunya, memaparkan kaidah-kaidah aplikatif yang dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan mengelola waktu secara bertahap, selangkah demi selangkah hingga pada tingkat mahir dan effektif dalam mengelola waktu dalam 14 (empat belas) langkah. Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Analisalah sikap kita terhadap manajemen waktu dan kenalilah sejauh mana kemampuan kita dalam mengelola waktu!
2. Sadarilah nilai dan urgensi waktu, serta sejauh mana kebutuhan kita pada manjemen waktu!
3. Susunlah skala prioritas dan jangan lupa pada kewajiban waktu!
4. Kenalilah hal-hal yang kita butuhkan dalam mengelola waktu secara efektif!
5. Kenalilah hal-hal yang mengganggu manajemen waktu, lalu hindarilah!
6. Perhatikanlah tokoh-tokoh yang berhasil mengelola waktu!
7. Atasilah hal-hal yang dapat menyia-nyiakan waktu!
8. Luruskan persepsi kita yang keliru mengenai efisiensi waktu!
9. Pelajarilah cara mengadakan pertemuan singkat yang membawa hasil optimal!
10. Pelajarilah cara mendelegasikan secara effektif!
11. Pelajarilah cara mengoptimalkan waktu santai/ senggang!
12. Kajilah contoh-contoh aplikatif tentang manajemen dan optimalisasi waktu!
13. Didiklah anak-anak dan orang-orang di sekitar kita untuk menghargai waktu!
14. Latihlah orang lain tentang cara mengoptimalkan pemanfaatan waktu!
Untuk memulai langka pertama dalam mengelola waktu, maka kita perlu menganalisa terlebih dahulu sikap kita terhadap manajemen waktu, yakni apakah kita selama ini menghabiskan waktu secara bijaksana atau secara sia-sia. Tes berikut akan membantu kita menjawab pertanyaan tersebut, jika setiap pertanyaan kita jawab secara jujur.
NO.
TES WAKTU
1
2
3
4
5
1
Apakah Anda beraktivitas berdasarkan skala prioritas?
2
Apakah Anda melaksanakan kewajiban sepanjang hari?
3
Apakah Anda menangani tugas-tugas sulit dan krusial, tanpa menangguhkan?
4
Apakah Anda menyiapkan rencana harian dan membuat prioritas?
5
Apakah Anda melaksanakan rencana harian pada waktu yang ditentukan?
6
Apakah Anda menggunakan waktu luang secara efisien?
7
Apakah Anda menggunakan waktu luang yang cukup untuk membuat rencana?
8
Apakah Anda membuat rencana kerja pada waktu tenang, bukan saat sibuk?
9
Apakah Anda tahu orang pertama yang Anda ajak bicara mengenai pekerjaan,
sebelum Anda keluar rumah di pagi hari?
10
Apakah Anda mempunyai data 10% lebih dari prediksi Anda?
11
Apakah Anda mengalokasikan waktu cukup untuk membuat prediksi dan
mengembangkan kerja-kerja baru?
12
Apakah Anda membuat evaluasi konkrit untuk mengontrol waktu?
Keterangan: 1=Tidak Pernah; 2=Jarang; 3=Kadang-kadang; 4=Biasanya; 5 = Selalu
Setelah mengisi tes di atas, kemudian jumlahkan keduabelas jawaban masing-masing sesuai dengan angka jawaban yang kita isi sebagai nilai akhir tes. Nilai akhir tes akan mencerminkan bagaimana kita mengelola waktu selama ini.
Jika nilai jawaban kita antara 54-60, berarti kita telah memanfaatkan waktu secara efisien. Jika nilai jawaban kita antara 45-53, berarti kita telah memanfaatkan waktu secara baik, tetapi masih membutuhkan motivasi tambahan untuk meraih yang lebih baik. Jika nilai jawaban kita antara 30-40, berarti kita memiliki beberapa masalah dalam memanfaatkan waktu, meskipun belum termasuk dalam kategori buruk, namun kita harus serius mengelola waktu dengan serius agar menjadi baik.
Namun, jika nilai jawaban kita antara 12-29, berarti kita bergantung pada nasib atau ada faktor-faktor di luar kebiasaan yang membuat kita masih dapat eksis di pekerjaan kita saat ini. Meskipun demikian, kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri secara mengagumkan jika kita mengerahkan semua potensi untuk mengubah gaya hidup yang sedang berjalan dengan menghadapi tantangan nyata dalam mengelola waktu. Kita dapat menghadapi tantangan itu serta akan meraih sukses.
Setelah kita menganalisa sikap terhadap manajemen waktu, kemudian mari kita analisa sejauhmana kemampuan kita mengelola waktu dengan mengisi kuis berikut. Jawablah pertanyaan-pertanyaan pada kuis dengan jujur sebab akan berguna bagi kita dalam merubah sikap dalam mengelolah waktu.
NO.
TES MENGELOLA WAKTU
0
1
2
3
1
Setiap hari saya mengalokasikan sedikit waktu untuk membuat rencana dan
memikirkan kerja.
2
Saya membuat target-target tertentu secara tertulis dan menentukan masa
pencapaiannya.
3
Saya menyiapkan daftar kerja harian secara tertib berdasarkan urgensinya.
Saya melaksanakan yang paling penting secepat mungkin.
4
Saya mengetahui kaedah (80-20) dan menggunakannya dalam bekerja.
(Maksudnya kaedah ini adalah 80% effektivitas Anda tampak pada saat Anda
menyelesaikan 20% target-target Anda)
5
Saya memiliki jadwal terbuka (tidak kaku), sehingga selalu dalam kondisi siap
menghadapi berbagai krisis atau masalah yang tidak terduga.
6
Saya mendelegasikan hal-hal yang memungkinkan untuk dilaksanakan orang lain.
7
Saya berusaha memperhatikan setiap berkas sekali saja (tanpa ada pengulangan)
8
Saya menyedikitkan makan siang, agar tidak terserang kantuk setelah Zuhur.
9
Saya berusaha maksimal, mencegah terjadinya berbagai gangguan, seperti
kunjungan tamu atau pertemuan yang tidak penting, dan ngobrol di telepon, yang
dapat mengganggu keberlangsungan kerja.
10
Saya mampu mengatakan “TIDAK” ketika orang lain meminta waktuku, terutama
apabila hal itu dapat menghalangi penyelesaian tugas-tugas utama.
Penilaian untuk kuis di atas, adalah 0 = Jarang, 1 = Terkadang, 2 = Biasanya, 3 = Selalu. Kalikan jawaban dengan nilai yang ada, kemudian jumlahkan. Selanjutnya kita akan mengtehaui sejauhmana kemampuan kita mengelola waktu, jika nilai kita, yakni:
- 0 – 15. Maka, sebaiknya kita banyak berfikir mengenai manajemen waktu kitra selama ini;
- 15 – 20. Berarti, “Baik”. Akan tetapi, sebaiknya kita meningkat prestasi yang telah kita miliki selama ini;
- 20 – 25. Berarti, “Baik Sekali”;
- 25 – 27. Berarti, “ Sangat Baik”;
- 28 – 30. Berarti, kemungkinan besar kita masih menipu diri sendiri.
Setelah melakukan kedua tes di atas, sebelum kita mempelajari manajemen waktu lebih lanjut, maka kita harus menyadari urgensi dan nilai waktu dengan tulus. Apabila tanpa mengakui secara tulus kebutuhan untuk mengorganisir dan mengelola waktu, maka sama saja dengan menyia-nyiakan waktu. Sebab, apalah manfaat rambu-rambu jalan bagi orang yang tidak memiliki keinginan untuk melintasi jalan tersebut.
Perlu kita fahami bahwa, apabila seorang Muslim mampu mengelola waktu dengan baik, maka akan memperoleh optimalisasi dalam kehidupannya. Namun, apabila tidak mampu, maka seseorang tidak akan mampu mengelola sesuatu apapun karena waktu merupakan modal dasar bagi kehidupan seorang Muslim yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Yunus: 6)
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)